• (024) 6723456
  • Rini@stekom.ac.id

Pengertian Perusahaan Jasa

Seperti namanya, perusahaan jasa adalah perusahaan yang menyediakan produk tidak berwujud sebagai layanan yang dibutuhkan konsumen untuk menghasilkan pendapatan. Mereka menjual layanan kepada klien dan biasanya dibayar berdasarkan proyek atau per jam.

Contoh bisnis jasa adalah kantor akuntan. Kantor akuntan memperoleh pendapatan mereka dengan melakukan audit dan jasa audit untuk bisnis, melakukan semua pengaturan kebutuhan bisnis mengenai pajak, dan melakukan akuntansi keuangan bisnis.

Karakteristik Perusahaan Jasa – Tidak Memiliki Produk Fisik

Karakteristik perusahaan jasa yang pertama adalah tidak mempunyai barang ataupun produk fisik. Kenapa? karena perusahaan jasa menjual produk yang praktis tidak terlihat, maka mereka tidak memiliki persediaan. Produk yang dijual oleh mereka akan sulit dilihat, tetapi pelanggan dapat merasakan kebaikan layanannya.

Pendapatan perusahaan berasal dari penjualan jasa. Sehingga, kualitas pelayanan atau customer service itu penting. Pelanggan yang nyaman menggunakan layanan Anda akan setia pada bisnis Anda.

Akibat minimnya bentuk fisik, konsumen akan sulit memahami produk apa saja yang ditawarkan, bagaimana proses penggunaan layanan, dan manfaat yang bisa diperoleh setelah menggunakan layanan tersebut.

Untuk itu,perusahaan jasa harus mengelola layanan ini secara strategis agar nyata bagi konsumen dengan meningkatkan kesadaran merek dan memberikan bukti kepuasan konsumen sebelumnya. Saat membeli dan menggunakan layanan ini, konsumen dapat merasakan keunggulan layanan dan perhatian dari para staf.

Contohnya adalah seorang dokter yang akan memberikan perawatan medis kepada pasien. Pasien merasa puas dengan pelayanan atau resep obat tertentu dan dapat merujuk dokter tersebut kepada orang lain.

2. Karakteristik Perusahaan Jasa –  Layanan yang Berbeda atau Heterogen

Karakteristik perusahaan jasa yang kedua adalah pelayanan yang berbeda karena setiap tidak semua konsumen tidak memiliki masalah yang sama persis, karena tergantung pada kebutuhan konsumen dan harga yang ditetapkan oleh perusahaan.

Semua perusahaan jasa seringkali perlu menyesuaikan layanan mereka dengan keluhan dan keinginan pelanggan mereka.

Tentunya kondisi ini berbeda dengan perusahaan dagang, yang mana konsumen akan menerima produk dalam bentuk yang sama dan dengan hasil yang sama.

Misalnya, jika Anda membeli produk sepatu fashion, setiap konsumen yang membeli sepasang sepatu Tipe A akan menerima produk A dengan bentuk yang sama.

Juga, perusahaan memiliki standar tertentu. Perbedaannya hanya pada ukuran sepatu. Jenis layanan untuk setiap konsumen tidak persis sama, tetapi semua konsumen mendapatkan manfaat dari layanan yang eksklusif. Layanan yang berbeda dapat memberikan jawaban dan pendapat yang juga berbeda.

Penyedia perawatan mungkin dipuji oleh Pasien A atas keberhasilan operasi, dan Pasien B mungkin kecewa dengan obat alergi yang diresepkan.

3. Karakteristik Perusahaan Jasa – Tidak ada Harga Pokok Penjualan (HPP)

Konsumen mencari para tenaga profesional untuk memecahkan masalah mereka. Dalam hal ini, perusahaan jasa menjadi ahli dalam membantu menyelesaikan masalah konsumen. Konsumen seringkali memiliki keluhan dan harapan yang berbeda, sehingga perusahaan jasa menawarkan solusi lain.

Solusinya tergantung pada ketidakpuasan mereka. Harga yang ditetapkan oleh perusahaan jasa berbeda-beda tergantung dari jenis jasa yang ditawarkan dan kebutuhan konsumen. Tidak adanya kegiatan produksi produk merupakan salah satu ciri perusahaan jasa.

Laporan keuangan perusahaan jasa pun tidak memuat informasi mengenai harga pokok penjualan.

4. Karakteristik Perusahaan Jasa – Tidak Ada Persediaan Stok

Karena perusahaan jasa tidak memiliki produk yang sebenarnya, ia menjual jasa yang tidak dapat disimpan di masa depan. Pasokan dan permintaan untuk layanan seringkali terkait erat. Pelayanan atau manfaat harus diberikan atas permintaan konsumen.

Misalnya, pembuat sepatu pasti bisa menyentuh dan melihat tampilan produknya. Mereka juga dapat menyimpan sepatu mereka dalam jumlah besar dan menyimpannya di gudang produksi sebelum mendistribusikan atau menjualnya kepada konsumen.

Disisi lain, perusahaan jasa cenderung dimitigasi dengan barang yang hilang, menguap, atau rusak. Hal ini sering terjadi pada produk yang telah disimpan dalam jangka waktu yang lama.

5. Tidak Ada Kepemilikan

Tidak adanya unsur kepemilikan barang adalah salah satu ciri pembeda perusahaan dagang dan jasa. Konsumen hanya dapat menggunakan utilitas setelah pembayarannya selesai. Hal ini bisa ditemukan di transportasi umum. Jika Anda membayar dengan angkutan umum dari tempat awal ke tujuan, maka artinya mobil itu bukan milik Anda.

6. Produksi dan Konsumsi Berjalan Bersama

Perusahaan yang memproduksi produk fisik memproduksi dan mengkonsumsi barang pada waktu yang berbeda karena mereka seringkali perlu menyimpan barang sebelum dapat didistribusikan atau dikonsumsi. Tidak seperti perusahaan jasa, produksi dan konsumsi harus terjadi secara bersamaan.

Contoh sederhananya, sebagai pemasok listrik, PLN harus mendistribusikan listrik dan tidak dapat menyimpan listrik secara fisik dan menunda pengiriman listriknya di kemudian hari.

Beberapa layanan lainnya memerlukan kehadiran fisik konsumen untuk melakukan kegiatan ekonomi seperti transportasi, perhotelan, konsultasi, dan salon tata rambut. Perusahaan jasa umumnya tidak membutuhkan perantara, termasuk grosir dan pengecer.

Dalam beberapa kasus, agen layanan bertanggung jawab untuk mengamankan pelanggan bisnis seperti asuransi.

7. Keterlibatan Perusahaan Jasa dan Konsumen

Perusahaan jasa dan konsumen umumnya memerlukan hubungan supaya jasa yg diberikan mampu benar-benar menjawab keluhan dan apa yang diinginkan oleh konsumen.

Perusahaan jasa dalam kegiatan dan penyampaiannya harus berhati-hati dengan apa yg diproduksi dan bagaimana prosesnya lantaran hasil merupakan hal yg penting.

Layanan yg ditawarkan oleh guru, dokter, pengacara, mekanik mobil, perias wajah dan teller bank kepada pelanggan nantinya akan menentukan keberlanjutan usaha jasanya.

Dalam industri jasa, marketing merupakan fasilitas bagi produsen & konsumen nantinya akan saling berinteraksi dalam memahami dan mengungkapkan usaha dan produk.

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved