• (024) 6723456
  • Rini@stekom.ac.id

Just In Time merupakan usaha untuk meminimalisir pemborosan dengan memproduksi produk dengan jumlah yang tepat, kualitas yang tepat, dan dalam waktu yang tepat guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Just In Time Sebagai Pengendalian Bahan Baku. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Hasil pembahasan menyatakan bahwa Penerapan Just In Time pada PT. Eastern Flour Mills Makassar sudah efisien diterapkan, baik sebelum maupun selama pandemi ini dikarenakan tidak ada kendala-kendala berarti dalam mendapatkan bahan baku sehingga selama pandemi ini, bahan baku juga tetap stabil, tidak naik dan tidak turun. Efisien sistem ini dilihat dari pembelian bahan baku yang dilaksanakan secara terplanning yang tidak akan menyebabkan pemborosan terjadi.

Prinsip Dasar Penerapan Just in Time dalam Inventory Management 

Dalam pengaplikasiannya, terdapat beberapa hal yang menjadi prinsip-prinsip dasar Just in Time dalam sebuah manajemen persediaan barang. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Sistem Produksi yang Terjadwal

Ketepatan waktu dalam sistem just in time merupakan upaya untuk membuat penjadwalan produksi dan jumlahnya sesuai dengan permintaan atau pesanan. Artinya, just in time dalam manajemen persediaan barang tidak memproduksi hanya untuk restock atau karena stok persediaan akan habis. Produksi baru akan dilakukan apabila ada order yang diterima dalam jumlah tertentu. Tujuannya tentu saja untuk memproduksi barang jadi yang tepat waktu dan pada jumlah sesuai yang dikonsumsi. Prinsip ini sendiri akan menekan holding cost perusahaan.


  1. Meminimalisasi Pemborosan

Dalam sistem just in time, semua bahan baku harus dipergunakan seefisien mungkin untuk memenuhi jumlah produksi yang ditargetkan. Efisiensi itu juga menyangkut peminimalisasian pemborosan produksi. Pemborosan sendiri bisa disebabkan oleh kelebihan produksi (overproduction), persediaan barang yang sia-sia (excess inventory), atau menunggu proses produksi yang lama.


  1. Memperbaiki Aliran Produksi dan Kualitas Produk

Sistem just in time dalam manajemen persediaan barang juga mengupayakan agar segala hal yang menghambat alur produksi bisa dihilangkan, seperti menghindari penimbunan barang dan memangkas kegiatan yang tidak produktif. Selain itu, kualitas produk yang baik tanpa cacat juga wajib diupayakan melalui quality control yang rutin.


  1. Mengurangi Semua Keadaan Tak Terduga

Ketika proses produksi dilakukan sesuai dengan permintaan, maka secara tak langsung perusahaan bisa menghindari hal-hal tak terduga seperti pemborosan akibat menurunnya permintaan. Oleh karena itu, manajemen produksi harus dibuat secara teliti untuk meminimalisasi ketidakpastian. Namun juga manajer dan tim harus bisa melakukan formulasi model forecasting agar ekspektasi perusahaan tercapai.


  1. Produksi dalam Jumlah Lot Kecil

Menerapkan just in time dalam manajemen persediaan barang juga menekankan pada pembagian jadwal produksi menjadi bagian-bagian kecil (lot size). Hal ini dilakukan agar produksi lebih efisien dan fleksibel ketika terjadi perubahan permintaan.


  1. Menekankan pada Pemeliharaan Jangka Panjang

Just in time juga menekankan pada pemeliharaan jangka panjang berupa memperbaiki mutu, fleksibilitas pengadaan barang yang di-order, pesanan jumlah kecil yang dikerjakan berkali-kali, serta mengadakan perbaikan secara berkesinambungan.

 

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved