• (024) 6723456
  • Rini@stekom.ac.id

eperti yang kita tahu bahwa hukum persediaan dan juga permintaan selalu dipengaruhi dengan kondisi pasar, jika kondisi pasar selalu bergerak dinamis, maka perusahaan harus menerapkan safety stock agar bisa mengantisipasi perubahan permintaan dan bisa mengambil keuntungan yang lebih banyak.

Safety stock juga diperlukan untuk menentukan tingkat persediaan secara tepat. Jika persediaan terlalu banyak, maka perputaran uang pun akan berhenti dalam modal dagang perusahaan. Sebaliknya, bila terlalu sedikit persediaan, maka perusahaan akan mengalami stock out.

Beberapa faktor yang membuat perusahaan mengalami stock out adalah fluktuasi demand, penerapan forecast yang tidak akurat, serta lead time yang sangat beragam. Untuk itu safety stock bisa digunakan untuk menekan stock out dengan cara perbandingan jumlah service level yang berbanding lurus dengan stock out.

Contoh sederhananya, perusahaan ABC memberikan taksiran service level sebanyak 98%, itu artinya 2% purchase order dari stock out hanya 98% yang mampu diproses. Angka tersebut bisa diperoleh dari perhitungan rumus safety stock.

Permasalahan yang Muncul Akibat Perhitungan Safety Stock yang Tidak Tepat

Sering kali sistem persediaan perusahaan mengalami masalah utama pada jumlah barang yang diperlukan, baik itu bahan baku ataupun barang jadi. Sering kali juga perusahaan mengalami sebagian persediaan yang kurang, sedangkan pada sebagian lainnya mengalami persediaan yang terlalu banyak.

Permasalahan ini tentunya akan memberikan dampak yang besar pada kelancaran proses produksi, seperti terjadi waktu tunggu yang lama yang bisa meningkatkan lead time, sehingga proses produksi akan mengalami penyimpangan dari jadwal yang sebelumnya sudah direncanakan.

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved