• (024) 6723456
  • Rini@stekom.ac.id

Tips Buat Kamu yang Lagi Stuck dalam Membangun Brand

 

Pernah ga sih? waktu kalian lagi membangun sebuah brand, terus ditengah jalan tiba-tiba kalian kebingungan, mau membawa arah brand kalian kemana atau seperti apa?

 

Dalam membangun sebuah brand, tentunya akan ada banyak sekali tantangan yang akan kita hadapi. Mulai dari produk kita yang kurang laku, produksi yang kurang sempurna, terkena penipuan, dan masih banyak lagi tentunya tantangan yang akan dihadapi. 

 

Selain contoh di atas, tantangan lain yang akan kita hadapi yaitu stuck, atau kita kebingungan untuk menentukan arah dari brand yang kita buat. Bingung untuk menentukan brand kita ini mau seperti apa, atau brand kita ini mau dibawa kemana.  Untuk mengatasi stuck tersebut, berikut tips-tips buat kamu yang lagi stuck dalam membangun sebuah  brand.

 

Dalam membangun sebuah brand kita dapat menganalogikan membangun sebuah brand seperti membuat sebuah cerita. Dalam membuat cerita ada beberapa struktur yang harus terpenuhi, seperti tokoh, latar, dan lain-lain. Jadi dalam membangun brand ini tidak melulu untuk kita selalu mempromosikan produk kita melalui hard selling, akan tetapi kita harus membangun brand kita tersebut dengan sebuah cerita.

 

Ada beberapa struktur-struktur yang harus kita siapkan untuk membangun sebuah brand. Tapi sebelumnya untuk memudahkan kita dalam memahami tips-tips berikut, anggaplah kita mempunyai brand yang Bernama "Kaosin". Kaosin ini adalah brand yang menjual kaos untuk orang-orang yang mempunyai kelebihan berat badan.

Yang pertama yaitu karakter, Karakter ini adalah tokoh. Terkadang kita menjadikan brand kita itu sebagai pahlawannya, brand kita bisa membuat kita ganteng, bisa membuat kita keren, brand kita bisa membuat kita lebih percaya diri. Hal tersebut kurang tepat untuk dilakukan. 

Kita harus menjadikan brand kita tersebut sebagai petunjuk, yaitu petunjuk untuk karakter-karakternya. Karakter disini adalah customer kita atau pelanggan-pelanggan kita yang dijadikan sebagai tokoh utamanya. Contohnya pada brand Kaosin, 

 

Kaosin tidak seharusnya mengatakan "Kaosin akan membuat kita keren". Yang harus dikatakan adalah "Kaosin akan membantu orang-orang yang mempunyai kelebihan berat badan untuk berpenampilan lebih baik lagi."

 

Di karakter ini, kita akan diminta untuk menentukan tokoh yang menjadi pahlawan, atau siapa yang akan kita bantu sebagai brand. Contohnya pada Kaosin, yang akan dibantu yaitu orang-orang yang berbadan besar. Kemudian dicari tahu tokoh-tokoh ini ingin seperti apa. 

 

Misal pelanggan Kaosin adalah orang-orang yang berbadan besar tapi ingin berpenampilan lebih baik lagi.  Dari sini kita akan mengetahui siapa pelanggan kita yang ingin diarahkan, yang nantinya akan menjadi materi untuk membahasakan marketing kita, atau bagaimana kita berkomunikasi dengan pelanggan kita dari penentuan tokoh ini.

 

Yang kedua yaitu menentukan masalah, di dalam cerita yang Namanya tokoh tentunya selalu ada masalah. Mungkin memang ada cerita yang jalannya selalu mulus saja tanpa masalah dan pastinya cerita tersebut akan tidak menarik. 

 

Di dalam cerita biasanya terdapat tokoh yang jahat, disini kita juga harus menentukan apa nih tokoh yang jahat dari brand kita. Misal di Kaosin, yang menjadi tokoh jahat adalah pakaian-pakaian ukuran besar yang tidak fashionable. Jadi Kaosin ini harus menyelesaikan masalah tersebut

 

Selanjutnya yaitu mencari tahu eksternal problem atau masalah dari luar atau bisa diartikan juga masalah yang umum dari si tokoh utama. Disini masalah orang-orang berbadan besar adalah mencari pakaian yang berukuran besar.

 

Selain eksternal problem selanjutnya yaitu mencari tahu internal problem atau masalah dari diri sendiri yang si tokoh atau pelanggan kita alami. Orang yang berbadan besar sering kali merasa minder pada orang-orang lain yang menggunakan baju kekinian. Karena model baju ukuran besar yang itu-itu saja. Disini Kaosin ingin membantu orang-orang yang berbadan besar ini untuk berpenampilan seperti orang-orang pada umumnya yang fashionable.

 

Yang berikutnya yaitu meet as a guide, seperti yang sudah di bahas di awal. bahwa yang dijadikan pahlawan bukanlah brand kita, tapi justru pelanggan kita yang dijadikan sebagai pahlawannya, yang akan menjalani cerita kehidupannya. Brand ini menjadi tokoh yang membantu pahlawan tersebut. Lalu bagaimana sih cara kita untuk membahasakannya kepada pelanggan kita?

 

Yang pertama adalah kita mencari kalimat-kalimat yang mengandung empati kepada pahlawan kit aini. Misalnya pada brand kaosin, kalimatnya adalah membantu teman-teman yang berbadan besar untuk tampil lebih baik. Kemudian ada juga yang Namanya authority, yaitu memperlihatkan kalau memang brand kit aini bisa dipercaya. Misalnya kita bisa menambahkan testimonia tau dengan menunjukkan public figure yang mengenakan produk kita, atau juga dengan menunjukkan data-data penjualan.

 

Yang selanjutnya adalah who give them a plan?, setelah kita memberi tahu tentang produk kita pada para pelanggan. Jangan lupa untuk memberi tahu mereka rencana-rencana agar mereka bisa membeli produk kita. Kita harus memberitahu caranya untuk mendapatkan brand kita.

 

Kemudian kita harus membantu mereka untuk menghindari kegagalan. Jadi hal-hal negatif apa yang bisa mereka hindari jika mereka mengenakan brand kita. Misalnya pada Kaosin, yaitu menghindari teman-teman yang berbadan besar untuk memakai pakaian yang itu-itu saja, juga menghindari untuk memakai pakaian yang kesempitan.

Dan yang terakhir adalah end in success. Artinya kita memperlihatkan jika menggunakan brand kita, tokoh-tokoh ini akan mendapat kesuksesan apa. Misalnya mereka menjadi lebih percaya diri, labih Bahagia, atau lebih puas lagi. Itu semua yang harus kita tunjukkan di semua materi promo kita.

Itulah dia tips-tips buat buat kamu yang lagi stuck dalam membangun sebuah  brand. Semoga 

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved