• (024) 6723456
  • Rini@stekom.ac.id

Siapa Bilang Sekarang Susah Cari Duit?

Di tengah masyarakat kita sekarang ini sering bahkan mungkin terlalu sering kita mendengar keluhan, "Jaman sekarang ini cari duit susah. Dagang susah, jualan ngga laku, apa-apa susah!" Rasanya ini sudah menjadi nyanyian yang mudah kita dapatkan di berbagai tempat di bumi tempat kita berpijak ini. Terutama di lingkungan masyarakat menengah bawah.

Belum lagi lirik  yang semakin hari semakin viral di kalangan para pekerja seperti misalnya; 

"Kerja udah puluhan tahun gaji ngga naik-naik."

"Gaji jauh di bawah UMR, gimana mau kerja loyal?"

"Upah harian hanya cukup buat makan sendiri."

"Boro-boro nabung, buat makan harian aja kurang!"

"Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin."

"Dulu dagang enak, ngga banyak saingan."

 

Dan masih banyak lagi kalimat senada yang karena antriannya terlalu panjang tidak bisa dicantumkan semuanya di sini. Semua mengarah kepada satu kesepakatan, "jaman sekarang mencari uang itu susah." Muncul pertanyaan, "benarkah demikian? Benarkah mencari uang itu susah?"

Karena jika benar, seharusnya tidak akan banyak orang yang memilikinya. Namun pada kenyataannya kita bisa lihat sebagai contoh; mobil-mobil terbaru selalu laku keras bahkan harus membayar inden, toko handphone dan supermall penuh sesak, marketplace omzet hariannya mencapai triliunan rupiah. Bukankah ini menunjukkan banyak orang memiliki uang, artinya kita bisa menganggap para pembeli di toko handphone, supermall, dan marketplace mudah mencari uang?

Sekarang mari kita coba jujur mencermati beberapa contoh pernyataan atau pertanyaan di bawah ini;

Apakah dulu ada toko yang menjual aksesories HP?

Sekarang kita punya kesempatan untuk dagang/jualan tanpa modal (misalnya sebagai dropshipper).

Hanya dengan memberikan komentar positif di akun medsos pun sekarang kita bisa dibayar.

Apakah dulu ada istilah youtuber, selebgram, atau blogger yang mendapatkan uang dari post konten mereka?

Jaman dulu untuk berinvestasi di pasar modal harus menyediakan dana jaminan paling tidak Rp. 100.000.000. Namun sekarang ini hanya dengan Rp. 100.000 bahkan Rp. 10.000 kita sudah bisa menjadi investor di bursa efek melalui platform perdagangan yang banyak disediakan oleh aplikasi-aplikasi di smartphone/hp kita.

Kita harus jujur dan mengakui bahwa sebenarnya di era sekarang ini peluang untuk mendapatkan uang jauh lebih banyak dan beragam. Artinya kita juga harus mengakui bahwa mencari uang pun jauh lebih mudah di era sekarang dibanding dulu. Semakin banyak peluang dan cara yang bisa kita pilih untuk dimanfaatkan dengan baik dan benar dalam menghasilkan uang.

Kita mau pilih yang mana? Mengeluh dan berkeluh kesah tidak akan mengubah apa pun. Mulailah dengan satu langkah, membangun Winning Mentality yang akan mengantar kita kepada langkah kedua, ketiga, dan seterusnya hingga kita mencapai tujuan.

Semoga bermanfaat dan menjadi berkat.

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved